Selasa, 19 Juli 2016

Resonansi



Terdiam dalam keramain
Tertembus dalam pandang nan tunduk
Membiarkan celoteh yang teriring
Ah biarkan saja
Toh itu bukan yang mereka mengerti,
Karena itu hati yang tak beresonansi
Kala resonansi itu ada,
Maka hati – hati itu kan berpadu
Senyum?
Kesal?
Heh kadang itu yang menghiasi
Sudahlah
Tak perlu hiraukan hiruk pikuk itu
Karena hanya hati yang beresonansi yang dapat mengerti

Resonansi.:)

Senin, 02 Februari 2015

Balut Muslimah

Muslimah dalam balut tutup aurat
Karena itu taat dengan firmanNYA
Nan indah karena itu tuk menundukan pandangan, kan menjaganya
Pun iringi pula dalam laku dan tutur
Dalam dunia nyata ataukah maya
Tuk bantu jaga pandangan dan hati kaum adam dari fitnah nafsu
Semoga kan terjaga dalam tutup aurat, gambar, laku dan katamu.

Ana ukhi bukum filah saudariku.

Afwan jika kurang berkenan :).
Menasehati dirin sendiri juga, Ibda bin nafsi.

Kamis, 16 Oktober 2014

Senin, 13 Oktober 2014

RENUNGKANLAH

Bismillah

Sebelum memulai tulisan ini, bukanlah berarti merasa paling baik. Bukan, bukan itu. Tetapi ini juga sebagai pengingat diri dan mudah - mudahan bisa bersama beriringan untuk  demikian.

Ibda Bin nafsi...

Aku aman bagimu...

Rosulullooh suri tauladan kita telah mencontohkan dan bersabda dalam haditsnya yang artinya:
Setiap muslim itu bersaudara. Maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustakannya, ataupun menghinanya. (Lalu beliau bersabda) Cukuplah seseorang dikatakan telah berbuat keburukan jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Darah, harta, dan kehormatan setiap muslim atas, muslim lainnya adalah haram (untuk diganggu)” (H.R Muslim)

Dari Abu Musa, beliau menceritakan bahwa para Sahabat bertanya kepada Rosulullooh,Wahai Rosulullooh! Islam manakah yang lebih utama?” Beliau menjawab, “Yaitu orang yang membuat kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (H.R al-Bukhari dan Muslim)
Dalam penjelasan  Al-Hafizh (Ibnu Hajar Al-Asqalani), Beliau berkata, “Hadits ini bersifat umum bila dinisbatkan kepada lisan. Hal itu karena lisan memungkinkan berbicara tentang apa yang telah lalu, yang sedang terjadi sekarang dan juga yang akan terjadi saat mendatang. Berbeda dengan tangan. Pengaruh tangan tidak seluas pengaruh lisan. Walaupun begitu, tangan bisa juga mempunyai pengaruh yang luas sebagaimana lisan, yaitu melalui tulisan. Dan pengaruh tulisan juga tidak kalah hebatnya dengan pengaruh tulisan”.

Dalam Hadits riwayat Thabrani Rosulullooh pun bersabda yang artinya:
 “Orang mukmin yang paling utama keislamannya adalah mana orang-orang muslim selamat dari (gangguan) lisan dan tangannya dari orang-orang muslim lainnya, orang mukmin yang paling utama keimanannya adalah orang yang paling baik di antara mereka perangainya, orang berhijrah yang paling utama adalah mereka yang berhijrah dari segala sesuatu yang dilarang ALLOH Ta’ala, dan jihad yang paling utama ialah orang yang berjihad (mengendalikan) nafsunya dalam Dzat ALLOH.
Seseorang muslim hendaklah dia menjaga lidah dan tangannya sehingga tidak mengganggu orang lain. Gangguan diatas dapat berupa gangguan sampai pada taraf menzhalimi, ataukah gangguan yang ringan atau kecil yang mungkin kaum muslimin sadar ataupun tidak sadar terjatuh kedalamnya. Baik ketika dihadapannya atukah tidak.

Sehingga hendaklah kehati – hatian itu dibiasakan. Agar apa yang terlaku, terkata, tertulis ataukah tersirat menjadikan ketenangan, ketentraman, kesejukan dan aman itu kan tercipta. Denga berfikir dan pertimbangkan dahulu sebelumnya. Sehingga tidak menimbulkan kemudhorotan serta kerusakan. Sedari itu maka kehati hatian hendaklah selalu dipertimbangkan.  
Karena tiada hal yang kecil dimata ALLOH. Walau seberat dzarahpun, semua diperhitungkan. Dan dihari kelak pun akan dinampakkan dan dipertanggungjawabkan dihadapanNYA.

Dalam suatu hadits Rosulullloh bersabda yang artinya :
“Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat” (H.R Bukhari Muslim)

Maka sedari itu, selimutkan rasa malu dan takut kepadaNYA, mudah – mudahan itu sebagai penjaga. Pun ketika telah melakukan itu maka segera tersadarlah, dan tidak untuk mengulang hal yang sama lagi.

Semoga ALLOH berikan petunjuk.

Jumat, 25 Juli 2014

Kepompong Ramadhan


Kau liat kupu –kupu? Indah bukan..
Mah suci ALLOH yang telah menciptakannya.

Belajar dari ciptaan ayat kauniyahnya ini membawa kita pada sebuah perenungan, ya perenungan.. dan semoga dapat mengambil hikmah darinya.

Kau tahu? Kala sebelum menjadi kupu nan indah.. ternyata ia harus melalui berbagai proses. Proses metamorfosis : telur-ulat-kepompong-kupu-kupu. he.. kaya jadi pelajaran anak sekolah ya.. =)

Dalam perubahan pada metamorfosis kupu-kupu ini terjadilah perubahan yang sangat mencolok antara ketika kehidupan di masa mudanya dengan masa dewasanya.
Tatkla fase  telur dan kemudian menetas menjadi ulat, ia memiliki karakter bentuknya yang menjijikan dan perilakunya yang tidak baik, merusak daun-daunan tumbuhan sehingga sebagai hama tanaman. Tetapi setelah mengalami bentuk kepompong, ia tidak makan/berpuasa  selama ± 7-14 hari, dan hasilnya menjadi kupu-kupu yang bentuknya menarik, dan perilakunya pun menjadi baik, karena ia mengisap madu dan membantu penyerbukan bunga.

Pada masa kepompong inilah diidentikkan dengan berpuasa manusia. Dalam fase kepompong, Ia berjuang keras untuk beberapa waktu sebelum akhirnya ia keluar dari kulit kepopong.
Ya..dalam ramdhan layaknya kita dalam fase kepompong. Dalam masa itu adalah masa penempaan dan perjuangan kita menahan, menjaga hati dan anggota tubuh kita dari hawa nafsu, meningkatkan kualitas dan kuantitas amal – amal ibadah kita agar menjadi hamba yang ALLOH ridhoi menuju taqwa. 

Dah ALLOH berfirman dalam Q.S An Nazi’at : 40 -41, yang artinya:
“ Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya."

Ramadhan mengajarkan kita untuk mengontrol diri..ya mengontrol diri.

Dan..
menuju penghujung ramadahan. Semoga ALLOH masih memberikan kepada kita kekuatan dan keistiqomahan dalam balut ketaatan – ketaatan serta kebaikan serta memaksimalkannya dalam segala apa yang ALLOH ridhoi.
Dan semoga kepompong ramadhan kita, menghantarkan layaknya kupu kupu nan indah berbalut taqwa, Aamiin. Walau sadar berasa itu amatlah masih sangat jauh. Hanya kepadaNYAlah kita bermohon..

Kamis, 24 Juli 2014

Sayangi Selagi Masih Ada

Sayangi selagi masih ada,
Karena..
Cinta, kasing sayang orang tua tak akan lekang oleh waktu. Nan selalu setia..