Sabtu, 29 Februari 2020

About Your Future, Start Know…



Heeehhhh…
See…, So Far…     What you see?
Feel… no other to strengthened or must strengthened?
Aaaahhhh.....
Some time Some thing good neeed to forceful
Follow in the footsteps of corner and widh air
Packing gaze without turn back
Fully Stability
No only say….
But fact… fact… and fact….

Put all peace of life
With the perspective from various line and part of life
Expand your kindness and embrace with friendship on part of earth

Smile…, there is no screen
What fact know?
Eeeeemmmmm…..

Lets…. Strengthened with other, with peace and also with togethernes
To benfit all… Reallly? Yes…, its really
So… we want feel that life there are aim
For what?
For Allah/God of universe
With no forget, who we as part of God creation…
And also
We must know that we as human part of environment….

So strive…. every where, without forget
To always better life
We act
We mind
We say

All prize to Allah /God of Universe…





Kamis, 27 Februari 2020

Guratan Tinta Menanda Jelajah Seluas Angkasa


Guratan tinta menanda jelajah seluas angkasa. Kala tak berbatas pintas lautan ilmu.
Menilik dari berbagai pandang. Apakah sebatas yang terbaca?, atau terlintas?, ataukah hanya terlihat kasat mata? Atau hanya sekedar perkataan yang harus dicerna lantas dipahamkan dalam beberapa waktu.
Heeeehhhhhh...

Mampu memaknai dengan benar dan baik, lalu sampai tataran aplikasi yang sebelumnya perlu penelaahan. Maka ada suatu proses yang harus terlewatkan. Suatu hal yang berupa pemahaman yang harus tertempuh.
Adanya masukan, proses dan luaran.
Memang…, tak ada sesuatu hal yang tak terlewati dan tercapai secara instan. Semua  proses itu harus ada. Taka da suatu out put keberhasilan tanpa adanya suatu proses.
Mengukur dalam dunia pendididkan yang harum semerbak kala semua itu terlampaui dengan sebuah hal yang dinikmati. Pendidikan tidak hanya sebuah mind set sebagai gaya hidup ataukah kebutuhan untuk menjadkan seseorang dikatakan menguasai ilmu pengetahuan ataukah menjadikan seseorang untuk dikatakan berhasil apabila ia telah bekerja setelah melalui pendididkan yang dilalui.
Maka, pendidikan itu meluas….
Dapat memberikan orang untuk berkesempatan untuk menikmatinya dan menggunakannya dalam berbagai hal dimanapun berada tanpa mengenal batasan formal ataukah non formal, tanpa batas usia, gender ataukah suatu kepentingan.
Bahwa pendididkan itu secara factual baik dipandang dari segi science ataukah secara religious ataukah secara seni dan berbagai pandangan harus memberikan suatu kebaikan, kemanfaatan tanpa ada sekat yang membatasi prbedaaan.
Menilik berbagai penjuru, ada banyak hal yang terlihat. Melodi mengalun disudut sana begitu komplitnya pendididkan dengan berbagai ragam warna dan kesempatan, fasilitas dan sumber daya yang mendukung. Petikan di sudut sana juga masih ada yang begitu semangatnya menuntun pada pendididkan dengan berbagi kondisi terbtas, dengan sanagt membara pada dunia pendididkan dengan tetap mencoba melawan keterbtasan. Senyum tetap mengembang tanpa batas perbedaan….., karena pendidikan memberikan aroma kesempatan masa depan yang terus dikejar. Tidak hanya sebatas tujuan semata hidup untuk lebih baik, Namun bagaimana menjadikan pendididkan itu sebagai roda kehidupan yang terus berjalan.  Sebagai tonggak pengembangan ilmu pengetahuan, mengungkap segala fenomena yang ada di jagad raya sebagai keagungan Allah/Tuhan semesta alam. Lantas menjadikan itu sebagai bukti bahwa seluas/sebesar/sebanyak apapun yang kita pelajari hingga samapai jagad raya, pada akhirnya kita tahu bahwa itu merupakan kekuasaan ilmu Allah yang teruangkap.
Maka pantaskah kita patut membanggakan hanya pada apa yang kita tahu saja atau seperti apa?
Berbagai basic ilmu yang dikembangkan, bahkan menjadikan negara-negara di dunia ini  mencoba merumuskan kurikulum yang digunakan, Apa yang sebenarnya paling tepat? Mana yang paling baik?
Eeeeemmm…………
Tidak ada kurikulum yang dikatakan paling baik. Kenapa?
Karena tiap – tiap negara punya karakteristik masing – masing dan itu yang diterapkan yang paling cocok bagi negara masing- masing.
Nah, dari kian banyak hal, tapi tak ada salahnya kita juga menimba ilmu dan mempelajari atau menerapkan yang memang itu bisa diterpkan dan sesuai. Tentunya, jika itu memang sudah teruji dan terpercaya.

Berkawan dengan negara- negara lain sungguh menyenangkan. Karena kepositifan selalau yang diutamakan, dalam berbagai hal education, government, art, sport etc……

      BECAUSE education no limit age, gender, rass, or government……
      
                    WE LOVE EDUCATION……




Senin, 24 Februari 2020

Kala Merindu Bersama Jejak Tak Bertepi


Mengalun dalam kayuh gayut massa tak berbatas
Menembus hembusan tak bertepi
Hawa kedaimaian merindu tanpa sesak kacau
Ahhhhhhh…
Menumbuh dalam balut ritme hidup
Dengan setinggi asa membumbung
     Jangan bungkam……
Jangan pasung………
Jangan cekal………
Karena…
Aku memiliki sejuta mimpi
Membumbung sejagad raya
Untuk seluruh kebaikan

BUMI…

Saksi bisuku
Dia kan berbicara bersamaku
Bersama degukan asaku yang kian mengalun
Tut…tut… tut…
Kualaunkan pena ketikanku….

Api kan berkobar bersama asaku yang tak kan pernah putus
BUMI……
Bersama hirupan udaramu  aku berpijak

Semoga kan terus menyeruak
Hinggga tak berbatas






Di kala pagi bersama  matahari…..

25 Februarai 2020 

Minggu, 21 Januari 2018

Sembuh? Kapan...?

Peluru bersarang membendar
Selaksa jarum menusuk
Duarr....tembuslah sampai ke urat saraf
Mengalur jalur hingga waktu panjang
Merintih...terantuk diam
Kadang...datang  tak tentu
Sembuh kadang hanya terkadang sesingkat
Samapi batas tak tau kapan

Semoga kan terpulihlahkan dengan berjlannya massa...

Sembuh? Kapan...

Peluru bersarang membendar
Selaksa jarum menusuk
Duarr....tembuslah sampai ke urat saraf
Mengalur jalur hingga waktu panjang
Merintih...terantuk diam
Kadang...datang  tak tentu
Sembuh kadang hanya terkadang sesingkat
Samapi batas tak tau kapan

Semoga kan terpulihlahkan dengan berjlannya massa...

Rabu, 19 Oktober 2016

--POSITIF--



Mencerna segala aspek segi kehidupan.Mulai bagian terkecil hingga tercipta jagad raya. Maha suci Alloh, Kuasa Alloh atas keMaha kuasaNya. Menilik ciptaanya maka tak terlepas dari substansi mendasar penciptaan. Kenal atom?

Ya...itu merupakan bagian terkecil dari suatu benda. Segala sesuatu di jagad raya sebenaranya tersusun dari atom. Meski ketika kita berbicara lebih lanjut tentang quantum, maka para ilmuan ada pembahasan lebih mendetail dari atom yakni tentang quark. Membahas tentang atom, pada ilmu pengetahuan alam/sains maka mengajak kita merenung tentang ayat kauniyahNya. Atom tersusun dari muatan elekton yang mengelili sekitar inti, bagian inti : berupa neutron yang tidak bermuatan, proton bermuatan positif.

Lingkaran hidup manusia layaknya hal tersebut, ada hal negatif yang kadang senantisa melambai kepada manusia untuk menjerumuskan pada hal yang membawa pada hal keburukan. Tapi ada hal yang menjadikan ia tak berpengaruh apapun akan hal tersebut itu layaknya neutron. Pun ketika muatan positif menjadi prioritas maka justru itu menjadi magnet positif menangkal keburukan. Sebagai seorang mukmin maka layaknya menjadikan pola fikir selalu positif, karena sebenarnya hal tersebut sudah ada tuntunan dari Alloh melalui Al Qur’an dan Sunnahnya. Terkadang kecondongan hawa nafsulah yang membawa manusia berfikir sebaliknya. Memperdalam pemahaman keislaman hendaknya tak dikesampingkan, karena hal tersebut merupakan pondasi gerak seorang mukmin. Meski ditengah kesibukan sebagai apapun peran kita pendidik, peneliti, ilmuan, dokter, dan yang lainnya, maka memahami akan keislaman harus tetap pada daftar pustaka hidup seorang mukmin.

Tawazun/keseimbangan/balance sisi kehidupan dunia akhirat selalu tanamkan, karena ujung dari pada hingar bingar kehidupan ini sejatinya pada kehidupan sesuatu yang tak terbatas, akhirat. Maka kita senantiasa bermohon selalu agar diberikan kebaikan kehidupan dunia dan akhirat. Terucap pada setiap do’a kita pada QS. Al Baqarah: 201
ر بنا ءاتنا فى الد نيا حسنة وفى الأ خرة حسنة وقنا عذاب النار
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Al Baqarah: 201).

Pola fikir positif adalah cerminan hati seorang mukmin.Karena gerak langkah seseorang bermula dari apa yang terbersit di hati dan terfikir, lantas tercermin pada perilaku. Apa yang dilakukan sebenarnya merupakan pola kebiasan terbentuk yang berulang. Maka membiasakan berfikir positif merupakan langkah pembentukan pribadi positif, hingga melahirkan kebijaksaan. Ketika kebijaksanaan jadi torehan maka kemaslahatan yang menjadi parameter.

Kita memohon semoga Alloh memudahkan kita mebiasakan berfikir positif, hingga memendarkan kemanfaatan. :)


Ihris ‘alaa yanfa’uk...




Sabtu, 15 Oktober 2016

Teriring- -Persimpangan



Kian meniti perjalanan hidup
Sususri liku
Bergulir
Pusaran kehidupan
Tak semua jiwa mampu beresonansi
Ketika parameter keimanan jadi pijakan
Sejauh mata memandang pun tak kan jadi barir
Gelombang itu akan menembus
Karena anugerah bertautnya hati adalah dari sang pemilik sejati Robbbul izati
Tak dapat dipaksa
Menelusup kareanaNya
Serahkan bagianmu, bagianku, kepadaNya
Kepada Sang penggengam takdir
Kesucian cinta itu manakala mampu menjaga dari nafsu
Sematkan do’a kala sujud panjang kita
Karena Ia adalah Sang penentu kebaikan dunia akhirat
Memohon semoga apapun itu persatukan pada tali keimanan, hanya karenaNya



--- Persimpangan,Ihdinassirotolmultaqiim...